The Indonesia Times - Tim SAR Gabungan menghentikan sementara operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di wilayah Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Penghentian sementara dilakukan karena kondisi cuaca yang memburuk dan keterbatasan visibilitas di kawasan pegunungan.

Di tengah upaya pencarian yang belum membuahkan hasil, informasi krusial terkait riwayat teknis pesawat mulai terungkap. Dua hari sebelum insiden hilang kontak, pesawat tersebut dilaporkan mengalami kerusakan mesin saat berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Keterangan ini disampaikan pengelola layanan private jet di Bandara Halim yang berada di lokasi saat pesawat tersebut menjalani perbaikan.

Menurutnya, ATR 42-500 sempat lepas landas pada Kamis (15/1/2026), namun terpaksa kembali mendarat karena masalah teknis pada mesin. “Pesawat sudah terbang meninggalkan Halim, tetapi kembali mendarat karena ada kerusakan mesin,” ujar pengelola private jet, Sabtu (17/1/2026).

Ia menambahkan, pesawat tersebut sempat terparkir bersebelahan dengan armada miliknya selama proses perbaikan berlangsung.

“Pesawat kami parkir di sebelah pesawat ini yang sedang diperbaiki mesinnya,” katanya.

Sementara itu, hingga pukul 21.00 WITA, sebagian tim SAR masih bertahan di posko Lingkungan Panaikan, Leang-leang, Maros. Tim lainnya bergeser ke Balocci, Kabupaten Pangkep, menyusul laporan warga yang mengaku melihat puing pesawat dari arah puncak Gunung Bulusaraung.

Perpindahan lokasi pencarian dilakukan karena jarak Leang-leang ke Balocci relatif dekat, sekitar 18 kilometer, dan berada dalam satu jalur pegunungan karst yang sulit dijangkau.

Meski operasi dihentikan sementara, Basarnas menegaskan pencarian belum ditutup. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan mengungkapkan, tim sempat mendeteksi satu titik merah yang dicurigai sebagai serpihan pesawat. “Kami melihat satu titik merah yang patut dicurigai sebagai bagian dari pesawat. Lokasi ini akan menjadi fokus pencarian lanjutan saat cuaca memungkinkan,” ujar Andi Sultan.