The Indonesia Times - Upaya peningkatan literasi keuangan kembali dilakukan pelaku industri teknologi finansial. PT JULO Teknologi Finansial (JULO) menggandeng Ringkas untuk menggelar edukasi daring mengenai Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya skema KPR take over.

Program bertajuk NGOPLING (Ngobrol Penting) itu dilaksanakan pada Februari 2026 dengan tema “Panduan KPR Terbaru: Kiat Dapat Cicilan Ringan, Keuangan Aman”. Kegiatan ini menjangkau peserta dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat hingga Sumatera Utara.

Langkah tersebut merespons data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam survei itu, indeks literasi keuangan nasional tercatat berada di kisaran 66 persen, sementara tingkat inklusi keuangan di wilayah pedesaan masih sekitar 59,6 persen.

Dalam sesi edukasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai mekanisme KPR, risiko suku bunga mengambang (floating rate), hingga strategi pengelolaan cicilan melalui skema take over. Business Development & Mortgage Strategist Ringkas, Devie Fibtarica, mengatakan skema tersebut dapat menjadi opsi bagi debitur untuk menyesuaikan kembali beban cicilan ketika memasuki fase bunga mengambang.

“Saat memasuki fase floating rate, debitur dapat mempertimbangkan KPR take over untuk mendapatkan skema bunga yang lebih sesuai dengan kondisi finansial,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Brand Manager JULO, Poppy Rosari, menekankan pentingnya literasi dalam pengelolaan kredit jangka panjang. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai struktur bunga dan tenor kredit akan membantu masyarakat menjaga kesehatan keuangan.

Sebagai perusahaan fintech lending yang berizin dan diawasi OJK, JULO menyatakan komitmennya untuk terus mendorong edukasi keuangan melalui kolaborasi lintas ekosistem. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat tidak hanya mengakses pembiayaan, tetapi juga mengelolanya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.