The Indonesia Times - Isu transisi energi kembali mengemuka setelah Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menerima kunjungan Direktur Jenderal Badan Atom Rusia Alexey Likhachev di Kompleks Parlemen, Senayan. Pertemuan ini membahas peluang kerja sama pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.

Sultan menilai energi nuklir menjadi opsi strategis untuk menjawab kebutuhan listrik nasional di tengah menipisnya energi fosil. Selain itu, PLTN dinilai sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap pengurangan emisi dan target net zero.

“Energi nuklir merupakan sumber energi bersih dan efisien untuk masa depan, terutama bagi negara kepulauan seperti Indonesia,” ujarnya.

DPD RI, lanjutnya, mendukung penguatan kerja sama Indonesia–Rusia, termasuk dalam penyusunan kebijakan energi baru terbarukan. Namun, ia mengakui tantangan utama pengembangan PLTN di Indonesia masih terletak pada aspek penerimaan publik yang memerlukan sosialisasi intensif.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Rosatom menawarkan berbagai skema pengembangan PLTN, termasuk opsi pembangkit nuklir terapung yang dinilai cocok untuk wilayah kepulauan. Selain aspek teknis, Rosatom juga memaparkan peluang pembiayaan proyek.

Alexey Likhachev menyatakan kesiapan Rusia untuk segera merealisasikan kerja sama konkret dengan Indonesia. Ia menilai kebutuhan energi Indonesia akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang besar.

“Kami melihat Indonesia membutuhkan sumber energi yang stabil dan berdaulat. Energi adalah kehidupan bagi perekonomian,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa usulan pengembangan PLTN terapung telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan ditindaklanjuti dengan komunikasi bersama PLN.

DPD RI menegaskan, selain aspek teknologi, kolaborasi ini juga harus dibarengi edukasi publik agar masyarakat memahami manfaat dan keamanan energi nuklir. Pemerintah diharapkan mampu memastikan pengembangan PLTN berjalan transparan, aman, dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.