The Indonesia Times - Profesional dan Usahawan Katolik Keuskupan Agung Jakarta (PUKAT KAJ) kembali menggelar ajang lari Run4U 2026 dengan fokus pada isu lingkungan dan penggalangan donasi publik. Kegiatan ini dikaitkan dengan arah pastoral Keuskupan Agung Jakarta mengenai keutuhan alam ciptaan di tengah meningkatnya dampak kerusakan lingkungan.
Ketua PUKAT KAJ Reymund Levy menyatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang partisipasi publik untuk mendorong perubahan gaya hidup sekaligus penghimpunan dukungan sosial. “Run4U bukan sekadar olahraga, tetapi ajakan konkret merawat bumi sebagai rumah bersama melalui langkah sederhana yang bisa dilakukan siapa saja,” ujarnya di Jakarta, Kamis (27/2/2026)
Uskup Ignatius Kardinal Suharyo menilai krisis lingkungan telah menjadi faktor dominan pemicu bencana di Indonesia. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2025, hampir seluruh kejadian bencana berkaitan dengan kerusakan lingkungan, dengan banjir sebagai kasus terbanyak.
“Situasi ini menuntut keterlibatan aktif semua pihak, bukan hanya pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci,” katanya.
PUKAT KAJ menggandeng Gerakan Laudato Si’ Indonesia (GLSI) dalam penyaluran donasi dan program aksi lingkungan. Perwakilan GLSI Sr. Irena Handayani menyebut dukungan publik melalui kegiatan berbasis partisipasi dinilai penting untuk keberlanjutan program lingkungan. “Edukasi gaya hidup berkelanjutan memerlukan dukungan nyata dari masyarakat luas, bukan hanya kampanye,” ujarnya.
Ketua Panitia Run4U 2026 Alexzander Zaputra Tedja mengatakan kegiatan akan digelar secara hibrida, menggabungkan partisipasi lari virtual dan lomba langsung.
“Kami ingin memperluas keterlibatan publik agar pesan kepedulian lingkungan dapat menjangkau lebih banyak orang,” katanya.
Ajang ini dijadwalkan berlangsung 7 Juni 2026 di QBIG BSD City, dengan pendaftaran dibuka mulai 1 Maret hingga 30 April 2026.
Panitia menilai pendekatan olahraga berbasis komunitas dapat menjadi sarana kampanye lingkungan yang lebih luas, meski efektivitasnya dinilai bergantung pada keberlanjutan aksi pascakegiatan.
(Deny Pohan)