The Indonesia Times - NASA resmi meluncurkan misi Artemis II sebagai langkah strategis menuju pendaratan manusia di bulan dalam beberapa tahun mendatang.
Peluncuran dilakukan dari Kennedy Space Center menggunakan roket Space Launch System, membawa empat astronot untuk mengelilingi bulan dan kembali ke bumi tanpa pendaratan.
Misi ini menjadi penerbangan manusia pertama ke bulan dalam lebih dari lima dekade sejak era Apollo.
Komandan misi, Reid Wiseman, memastikan kesiapan kru sebelum lepas landas. “Awak Artemis II siap untuk peluncuran. Lengkap,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Setelah berhasil mencapai orbit bumi, kru dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju bulan dengan memanfaatkan lintasan translunar. Dalam perjalanan, kapsul Orion akan melintas di belakang bulan sebelum kembali ke bumi menggunakan bantuan gravitasi.
“Kita melihat pemandangan bulan yang indah, kita menuju tepat ke sana,” kata Wiseman saat berada di luar atmosfer.
Misi ini juga sempat menghadapi kendala teknis pada sistem baterai menjelang peluncuran. Namun, tim teknis memastikan gangguan tersebut hanya terkait instrumentasi sehingga tidak menghambat proses lepas landas.
Selain menjadi uji coba sistem penerbangan, Artemis II juga mencatat sejarah baru dengan membawa kru yang lebih beragam, termasuk perempuan dan astronot internasional.
NASA menargetkan keberhasilan misi ini sebagai fondasi untuk program lanjutan, termasuk rencana pendaratan manusia di wilayah kutub selatan bulan dalam waktu dekat.