The Indonesia Times - Pameran tekstil terbesar di Asia Tenggara, Indo Intertex–Inatex 2026, resmi dibuka dengan menekankan pentingnya kolaborasi dan investasi untuk memperkuat daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional di tengah tantangan global.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan sektor TPT masih menunjukkan kinerja positif meski dihadapkan pada tekanan geopolitik dan disrupsi rantai pasok global.

“Sepanjang 2025, industri TPT tumbuh 3,55 persen dengan nilai ekspor mencapai USD 12,08 miliar dan surplus USD 3,45 miliar. Ini menunjukkan daya tahan industri kita tetap kuat,” ujarnya dalam pembukaan acara di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Jemmy Kartiwa Sastraatmadja, menambahkan bahwa industri tekstil nasional harus semakin adaptif terhadap perubahan global. “Efisiensi, inovasi, dan kemampuan membaca pasar menjadi kunci agar industri TPT Indonesia tetap kompetitif di pasar internasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum APSYFI, Redma Gita Wirawasta, menilai pameran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat integrasi industri dari hulu hingga hilir. “Ajang ini membuka peluang besar untuk kemitraan strategis, termasuk dalam penguatan pasokan bahan baku dalam negeri,” ujarnya.

Ketua Komunitas Digital Printing Indonesia, Usman Batu Bara, juga menyoroti pentingnya adopsi teknologi dalam industri tekstil. “Transformasi digital, termasuk penggunaan AI dan teknologi printing modern, menjadi keharusan agar pelaku industri bisa meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi,” katanya.

Indo Intertex–Inatex 2026 diikuti oleh 428 perusahaan dengan partisipasi industri dalam negeri mencapai 65 persen. Selain pameran, acara ini juga menghadirkan seminar, workshop, dan sesi business matching yang mempertemukan pelaku usaha nasional dan internasional.

Melalui pameran ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih luas serta peningkatan investasi yang mampu mendorong pertumbuhan industri TPT nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar tekstil global.