TheIndonesiaTimes - Kondisi banjir rob yang terus melanda kawasan Belawan, Kota Medan, semakin memprihatinkan, Jumat (7/11/2025). Genangan air laut masuk ke pemukiman warga, sekolah, perkantoran, hingga pertokoan pada waktu yang tidak menentu, mulai dini hari hingga siang hari. Ketinggian air bahkan mencapai lutut orang dewasa.
Pantauan The Indonesia Times di lapangan, banjir rob yang terus berulang tidak lepas dari maraknya penimbunan lahan dan pembangunan gudang di sekitar kawasan pesisir. Aktivitas tersebut diduga mempengaruhi aliran air laut dan memperburuk risiko banjir di lingkungan pemukiman.
Situasi ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Banyak anak terpaksa tidak dapat berangkat ke sekolah karena rumah dan sekolah mereka terendam. Selain itu, aktivitas ekonomi warga juga terganggu, terutama bagi mereka yang bergantung pada usaha harian.
Warga Belawan mendesak pemerintah, mulai dari Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hingga pemerintah pusat, untuk segera menetapkan langkah tanggap darurat. Mereka juga meminta kebijakan yang tegas terhadap aktivitas penimbunan kawasan pesisir yang dinilai memperburuk kondisi banjir rob.
Hingga saat ini, warga menunggu langkah nyata pemerintah guna memberikan solusi permanen agar Belawan tidak terus-menerus menjadi langganan banjir rob.
Jurnalis: Binsar Simatupang