The Indonesia Times - Israel dilaporkan menunggu persetujuan dari Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap sistem rudal balistik Iran, di tengah meningkatnya ketegangan keamanan kawasan. Laporan media lokal menyebut kesiapan militer Israel meningkat seiring kemungkinan opsi militer Washington terhadap Teheran.

Televisi publik KAN, seperti dikutip Anadolu Agency pada Kamis (19/2/2026), melaporkan bahwa Israel tengah mempersiapkan skenario serangan jika mendapat “lampu hijau” dari Washington. Fokus perhatian mengarah pada kemungkinan keputusan Presiden Donald Trump terkait respons militer terhadap Iran.

Harian Haaretz melaporkan penilaian terbaru lembaga keamanan Israel menunjukkan peluang meningkatnya tindakan militer AS, menyusul putaran perundingan antara Washington dan Teheran di Jenewa yang dinilai belum menghasilkan terobosan.

“Menurut penilaian lembaga keamanan, masih terdapat kesenjangan signifikan antara kedua pihak, khususnya terkait tuntutan penghentian pengayaan uranium oleh Iran,” tulis Haaretz dalam laporannya.

Media tersebut juga menyebutkan bahwa Israel menilai opsi militer AS dapat dipertimbangkan dalam waktu lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya apabila jalur diplomatik tidak menunjukkan kemajuan berarti.

Selain itu, laporan tersebut menyoroti adanya koordinasi intensif antara AS dan Israel di bidang intelijen, komunikasi militer, teknologi informasi, serta pertahanan udara.

Sumber keamanan Israel menilai keterlibatan militer Israel dalam skenario konflik terbuka tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan jika eskalasi terjadi.

Perkembangan ini menambah ketidakpastian geopolitik global yang dalam beberapa pekan terakhir juga menjadi perhatian utama pasar dan kebijakan keamanan internasional.