The Indonesia Times - Keputusan Pete Hegseth meminta Kepala Staf Angkatan Darat Randy George mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir menandai perubahan signifikan dalam struktur kepemimpinan militer Amerika Serikat.
George, yang baru menjabat sejak 2023 dan seharusnya bertugas hingga 2027, kini memasuki masa pensiun lebih cepat. Pentagon menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari kebutuhan organisasi untuk memperkuat arah kebijakan pertahanan di bawah pemerintahan Donald Trump, Jumat (3/4/2026).
Pergantian ini tidak terjadi secara tunggal. Sejumlah perwira tinggi lain, termasuk David Hodne dan William Green, juga dicopot dari jabatannya dalam periode yang berdekatan. Langkah ini memperlihatkan adanya pergeseran kepemimpinan yang lebih luas di tubuh Angkatan Darat.
Juru bicara Pentagon menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan memastikan organisasi militer mampu menjalankan visi strategis pemerintah secara optimal. Pergantian kepemimpinan dinilai penting untuk menjawab tantangan keamanan yang terus berkembang.
Sementara itu, Wakil Kepala Staf Christopher LaNeve ditunjuk sebagai pejabat sementara Kepala Staf Angkatan Darat. Penunjukan ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan komando dan operasional di tengah masa transisi.
Langkah perombakan ini juga menjadi bagian dari rangkaian pemberhentian pejabat militer senior di berbagai lini, termasuk di tingkat gabungan dan matra lainnya. Pergeseran tersebut menegaskan adanya penataan ulang struktur kepemimpinan untuk menyesuaikan arah kebijakan pertahanan nasional.