The Indonesia Times -Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memperingatkan Garda Revolusi Iran (IRGC) agar tidak melakukan tindakan berbahaya selama rencana latihan angkatan laut dengan tembakan langsung di Selat Hormuz pekan depan.

Washington menegaskan tidak akan menoleransi manuver yang mengancam keselamatan pasukan AS maupun kebebasan navigasi internasional.

CENTCOM mendesak Iran melaksanakan latihan secara aman dan profesional, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling vital bagi perdagangan energi dunia.

“Perilaku tidak aman atau tidak profesional di dekat pasukan AS, mitra regional, atau kapal komersial berisiko memicu tabrakan, eskalasi militer, dan destabilisasi kawasan,” tegas CENTCOM dalam pernyataan resminya, Sabtu (31/1/2026).

Militer AS menyebut sejumlah tindakan IRGC yang dinilai berbahaya, termasuk penerbangan militer melintas rendah di atas kapal AS, pendekatan kapal cepat berkecepatan tinggi di jalur tabrakan, hingga pengarahan senjata dengan niat tidak jelas.

CENTCOM menegaskan pihaknya akan memastikan keselamatan personel, kapal, dan pesawat Amerika di Timur Tengah.

Meski mengakui hak Iran beroperasi di wilayah udara dan perairan internasional, AS menekankan bahwa aktivitas tersebut wajib mematuhi hukum dan norma keselamatan internasional.

“Selat Hormuz adalah jalur laut internasional dan koridor perdagangan vital bagi stabilitas ekonomi global,” ujar CENTCOM.

Peringatan keras ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan Washington–Teheran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan armada besar kapal perang Amerika tengah bergerak menuju kawasan, sembari menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.

Di sisi lain, pejabat Iran memperingatkan setiap serangan akan dibalas cepat dan menyeluruh. Teheran menegaskan hanya bersedia berunding dengan syarat yang adil dan tanpa tekanan, di tengah tekanan domestik akibat krisis ekonomi dan gelombang protes nasional.

Situasi ini memperlihatkan rapuhnya stabilitas di Selat Hormuz, di mana satu insiden kecil berpotensi berdampak besar pada keamanan kawasan dan pasar energi global.